Ditulis oleh: RaByTah
pada Lain-Lain pada Feb 15, 2010

Sampai kapan pun, Barat tidak akan rela jika negeri-negeri Muslim menjadi kuat, bersatupadu menguasai imperium dunia. Bukan tidak mungkin, kaum Muslimin akan mewarisi sejarah yang gemilang, seperti Kesultanan Turki Utsmani berhasil menaklukkan Andalusia atau Salahuddin Al Ayyubi yang merebut Baitul Maqdis. Kecemasan inilah yang mendorong Barat, menghimpun segala energi untuk membelah kekuatan umat, memperlemah barisan, mental, politik, militer, dan ekonominya hingga ke titik nadir.
Ditulis oleh: RaByTah
pada Renungan pada Feb 03, 2010
Pelabuhan Merakyat tampak bergemuruh dari jauh. Pelabuhan kebanggaan Pulau Kemoceng ini seperti bergoyang dangdut. Berjubel orang-orang dari Kampong yang hendak ke Pulau Beruang menginjak-nginjak badannya. Peluh, bau ketiak, bau Ayam, bau durian, bau kuli, bau segala rupa campur aduk menjadi satu di hidung Pak-Ngah. Mak-Ngah tampak sibuk memperbaiki kerudungnya yang sudah mencang mencong kesana kemari. Sementara tangannya sekaligus sedang menjinjing kardus bekas supermie berisi rambutan, ikan asin, petai bakar, dan oleh-oleh lain buat anaknya yang jadi kuli di seberang sana.
Antrian mulai memanjang meliuk-liuk. Di belakang Mak Ngah seorang Bujang tanggung sedang memapah tubuh ringkih Atok nya yang semaput, nafasnya putus-putus, macam Malaikat Maut dah di depan mata. Rencana mereka hendak ke Pulau Beruang nak berobat. Maklumlah, di Pulau Kemoceng nan kecik ni selain fasilitas tak lengkap, Dokter pon ikut-ikutan tak lengkap juga. Dengar-dengar karena tak betah, penghasilan tak cukup, bayaran kecil, begitulah. Dibelakangnya lagi Mak Cik-Mak Cik berdaster biru pudar membawa keranjang di kepalanya. Hingga ke paling belakang, tampak PakCik-PakCik membawa Ayam 2 ekor di keranjangnya, sedang mengipas-ngipas muka dengan peci putihnya yang sudah pindah dari kepala ke tangannya.
Ditulis oleh: RaByTah
pada Renungan pada Feb 01, 2010
Rekayasa Menumbangkan Negeri Islam Terbesar (01)
Muslim dengan Muslim pun dibenturkan. Karena itu, waspadalah dengan skenario musuh Islam yang ingin memperlemah, mengobok-obok dan meluluhlantakkan Islam hingga akar-akarnya.
Oleh Adhes Satria & Daniel Handoko
Perang yang sedang berlangsung saat ini adalah perang tanpa senjata. Tentu ibadah tertinggi adalah jihad qital. Tapi kondisi di Indonesia belum memungkinkan untuk diterapkan jihad Qital. Yang harus dilakukan adalah mengcounter pemikiran dengan pemikiran, teknologi dengan teknologi, ekonomi dengan ekonomi, gaya hidup dengan gaya hidup. Inilah manuver yang kita sebut perang tanpa senjata.
Menurut sosok generasi muda seperti Thufail Al Ghifari, cara yang paling efektif untuk menghancurkan Islam adalah dengan pemikiran. Musuh Islam tahu, bahwa kunci utama umat Islam adalah Al Qur’an. Karena itu, target mereka adalah mejauhkan umat Islam dari Al Qur’an. Bagi mereka, itu sudah cukup.
Ditulis oleh: RaByTah
pada Opini pada Jan 31, 2010
Teknologi zaman sekarang begitu pesat perkembangan, semua bisa di rekayasa, mulai dari blog, friendster, twitter, facebook dll. Kita biasanya dengan mudah memasukan photo di dalam situs – situs tersebut. mungkin penggunaan photo di friendster, facebook, blog dll untuk mengetahui bagaimana face si empunya blog.
Tapi tidak semua di dunia internet sekarang “orang baik” , kadang kala ada orang iseng di sana, mulai dari menghack email, account friendster, facebook.
Ditulis oleh: RaByTah
pada Renungan pada Jan 30, 2010
Tagged in: Untagged
Jika anda saya tanya perihal dimanakah negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 nanti? Pasti anda akan cepat menjawab, Afrika Selatan. Lalu jika anda saya tanya siapakah kapten AS Roma saat ini? Tentu anda lugas menyebut Il Attacante, Fransesco Totti. Sambil sesekali anda bubuhi kata-kata khas romanisti kepada saya “Jagoan gua tuh, enak aja lu.”
Oleh Pizaro, Konselor Muslim