Blog RuangMuslim

Kumpulan Tulisan RuangMuslimers

An Adventures of F2V

Ditulis oleh: Gunawan Suryana pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Gunawan Suryana

Perempuan itu berdiri di hadapannya. Dia pasang wajah yang berkerut, seperti ada sesuatu yang dipendamnya. Kepalanya ditekuk dan enggan untuk beradu pandang.

Radit harus menekuk kepalanya juga untuk mencoba menarik perhatiannya. Tinggi perempuan itu menyebabkan dirinya seperti membungkuk. Tapi ia tidak berani bertanya sesuatu apa pun karena sejak tadi perempuan itu dan wajah cemberutnya buatnya ciut.


Assalamu a’laikum ya akhi…..ya ukhti…

Ditulis oleh: wendi ahmad pada Opini

Tagged in: Artikel Ringan

wendi ahmad

Assalamu a’laikum ya akhi…..ya ukhti……

 


ISLAM ITU INDAH

Ditulis oleh: embie c noer pada Renungan

Tagged in: Untagged 

embie c noer

 

Akustik & Tata Suara Masjid  (*)                                              


Jangan Pernah Remehkan Kata-Kata Seorang IBU

Ditulis oleh: Adinda Dara Vahada pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Adinda Dara Vahada

29 Ramadan 1431 H,

Jangan pernah sekali-kali meremehkan omelan seorang ibu


Egypt Legend : Youzarsif

Ditulis oleh: Bisyri pada Kisah

Tagged in: Mesir , Catatan , Cairo , Bisyri Ichwan

Bisyri
Amenhotep

Dalam penjara bawah tanah Mesir Youzarsif memberikan pencerahan tentang arti sebuah hidup, dia dengan sabar menjadikan suasana penjara sebagai ruang sekolah kehidupan. Sipir-sipir penjara terkadang ikut duduk bersama dengan youzarsif untuk mendengarkan petuahnya yang bermakna.

Sementara di dalam istana, raja Amenhotep IV bermimpi sesuatu yang selama hidupnya tidak pernah dialaminya, ia melihat tujuh ekor sapi gemuk mengganyang dengan ganas tujuh ekor sapi kurus, ia melihat gandum kering melilit gandum hijau. Amenhotep IV terus dihantui mimpi ini hingga 3 hari, ia sebenarnya ingin merahasiakan mimpi ini namun khawatir apa yang diimpikan sebagai pertanda buruk bagi kerajaan Mesir sebagai pimpinan peradaan di dunia.


Untuk di Renungkan

Ditulis oleh: drys risnawan pada Renungan

Tagged in: Untagged 

drys risnawan

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil







Hitam Putih

Ditulis oleh: Iman Jaladri pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Iman Jaladri

 

Tadi pagi, hampir dua jam saya meladeni tamu yang mengemukakan persoalan hidup, berhubungan dengan sulitnya mencari pekerjaan. Bayangan masa depanya gelap, karena makin hari makin besar biaya anak, harga barang tambah naik dan tuntutan hidup yang sering tidak bisa diajak kompromi.


Syirik

Ditulis oleh: Iman Jaladri pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Iman Jaladri

Pengalaman tidur bersama ulekan Sang Janda ternyata menimpa juga pada kawan saya. Kejadianya hampir sama dengan yang saya alami beberapa waktu lalu. Ia benar-benar didatangi Sang Janda, namun dengan kejadian yang berbeda. Katanya, malam itu Sang Janda datang dengan membawa satu kantong berlian dan satu kotak emas batangan. Kalau diuangkan, harganya mencapai 759,5 milyard! Uang yang sangat banyak jumlahnya, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa.


Ulekan Sang Janda

Ditulis oleh: Iman Jaladri pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Iman Jaladri

Seorang kawan datang membawa benda aneh. Ia katakan berulang kali bahwa benda itu sangat ajaib dan luar biasa. Setelah dibuka dari bungkusnya (berupa kain kafan) sungguh saya tidak terkejut. Yang disebut ajaib dan luar biasa tidak tercermin dalam model, bentuk, rupa, aroma dan warnanya. Tentu saya tertawa terpingkal-pingkal. Rupa-rumanya hanya ulekan sambel dari batu.

Kawan saya marah luar biasa melihat tanggapan dan perilaku saya atas barang yang dibawanya.


Naik Kelas

Ditulis oleh: Iman Jaladri pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Iman Jaladri

 

Ibu-ibu menggendong anak sambil menangis.Ia meraung-raung berlelehan air mata. Tangan satunya menuntun anaknya yang besar, sementara tangan yang lain memegang raport. Usut punya usut, ternyata anaknya tidak naik kelas. Seluruh orang tua siswa mengerubungi, membentuk lingkaran dan memberi nasehat. Nasehat itu tidak mempan. Justru tangisan itu bertambah keras. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa ibu berinisiatif mengambil anaknya yang kecil dari gendongan dan memisahkan ke tempat aman. Anak yang besar, yang tidak naik kelas malah berlarian di halaman. Kadang bermain ayunan, kadang plosotan atau sekedar loncat dari batu satu ke batu lain.


Provokasi Mode Jadul: Devide et Impera ala kapitalis

Ditulis oleh: Reezqy Rahma pada Opini

Tagged in: Untagged 

Reezqy Rahma
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS 7:56)

Perang melawan Malaysia adalah IDE GILA...

Ide sangat gila, dan jangan dipikirkan sedikit pun peluangnya. Bukan karena kita takut mati, tetapi Malaysia itu bangsa Muslim. Mungkinkah kita akan berperang melawan sesama Muslim? Sudah sedungu dan sebejat itukah kita, sehingga ada niatan ingin berperang dengan sesama Muslim? Masya Allah, betapa rusaknya agama kaum Muslimin di negeri ini, sehingga urusan negara diletakkan lebih tinggi dari agama.

Kalau bangsa Indonesia berani, ayo kita berperang melawan Australia, berperang melawan Singapura, berperang melawan Timor Leste, atau Israel sekalian. Lha, sekarang mau perang dengan Malaysia, negeri yang di sana ada JUTAAN kaum Muslimin yang sama-sama bersujud, puasa, dan membaca Al-Qur’an seperti kita. Perang semacam itu sangat gila, segila ide perang Irak melawan Kuwait dan Saudi, di masa lalu. Sama-sama Muslim, sama-sama hamba Allah, kok saling memerangi?
Ketika terjadi Perang Teluk antara Irak Vs Kuwait-Saudi tahun 1990-1991, perang ini benar-benar gila, rusak, dan menghancurkan kehidupan bangsa Irak, menguras kas keuangan Kuwait dan Saudi. Tahukah Anda, mengapa terjadi perang itu? Demi Allah, perang ini adalah adu domba Eropa dan Amerika belaka.
Saddam Hussein pernah mengaku, bahwa dia tak pernah punya niat menyerang Kuwait atau Saudi. Saddam sangat sadar bahwa dalam perang Irak-Iran, Kuwait dan Saudi sangat mendukung posisi Irak. Jadi tidak mungkin kalau Irak akan menyerang Kuwait dan Saudi.

Ide gila menginvasi Kuwait ketika itu muncul di benak Saddam, karena dia terus diprovokasi oleh utusan-utusan dari kedutaan besar Inggris dan Prancis. Utusan itu terus datang ke Saddam memprovokasi dirinya agar menyerang Kuwait. Alasan yang dibawa utusan itu ialah, Kuwait diduga telah menyedot cadangan minyak Irak dari wilayah Kuwait. Utusan-utusan penipu itu meyakinkan Saddam Husein dengan data-data, fakta-fakta, yang dibuat-buat. Saddam pun terprovokasi, sehingga akhirnya menginvasi Kuwait. Saddam mengklaim Kuwait adalah sebuah provinsi, bagian dari wilayah Irak.

Ketika Irak sudah menginvasi Kuwait, syaitan-syaitan dari Inggris dan Perancis segera melarikan diri dari arena. Peranan selanjutnya dikerjakan Amerika Serikat. Amerika merasa dirinya sangat peduli, sangat mencintai, sangat memuja bangsa Kuwait; mereka pun tampil sebagai pahlawan, siap menegakkan keadilan dan melenyapkan penindasan. Tak lupa pahlawan-pahlawan kesiangan Amerika membawa slogan Rambo,
“NO ONE CAN STOP ME!”

Akhirnya, Irak digebuk dari berbagai arah. Ribuan ton rudal dijatuhkan ke wilayah Irak, puluhan ribu pasukan, ratusan pesawat tempur, tank, kapal induk, dll. dikerahkan ke Irak. Amerika tidak berani menghadapi Irak sendiri, mereka menggandeng negara-negara Sekutu NATO.

Tahukah Anda, apa yang terjadi setelah itu?

Ribuan rakyat Irak tewas sebagai korban, rumah-rumah hancur, masjid-masjid hancur, sekolah, perpustakaan, museum, fasilitas listrik, transportasi, dll. semua hancur. Irak menjadi negara puing-puing. Mereka luluh lantak. Katanya, sampai saat ini korban jatuh di pihak rakyat Irak dan tentaranya, berjumlah lebih dari 1 juta jiwa sejak Perang Teluk 1990-1991 itu. Negeri Irak hancur bukan karena kegagahan prajurit Amerika, tetapi karena pesawat-pesawat tempur dan rudal mereka. Amerika sedikit memakai tenaga manusia. Kalau perang, mereka lebih suka memakai alat-alat militer.

Lalu siapa yang disuruh membiayai peperangan itu?
Semua biaya perang itu dibebankan kepada: Kuwait dan Saudi. Seingat saya, ketika itu Saudi harus mengeluarkan biaya sekitar US$ 30 miliar (atau sekitar 300 triliun rupiah). Begitu pula Kuwait, kas negara itu dikuras oleh pasukan Sekutu. Belum lagi, konsesi pengelolaan minyak di Irak, Kuwait, Saudi pasca Perang Teluk, sangat dicampuri kepentingan Amerika, Inggris, Prancis. Prancis pernah marah kepada Amerika, karena mereka hanya kebagian porsi kue ekonomi kecil. Sebegitu bejatnya kaum kuffar terlaknat itu. Mereka sendiri yang membuat perang, mereka yang terjun perang, mereka pula yang minta diongkosi. Habis sudah, kekayaan-kekayaan negeri Muslim.

Lihatlah betapa kejinya kelakuan syaitan-syaitan kafir itu! Mereka memprovokasi Irak agar menyerang Kuwait, setelah itu Irak ditinggalkan. Selanjutnya mereka mendukung negara Irak dihancurkan Amerika dan Sekutu. Setelah perang usai, Irak hancur, Saddam menderita, Saudi dan Kuwait disuruh membayar biaya perang. Ini semua adalah akal-akalan gila orang kafir terkutuk, semoga laknat Allah, para Malaikat, dan alam semesta menimpa wajah-wajah mereka, menimpa anak-anak mereka, menimpa hidup mereka. Allahumma amin.

…Kafir-kafir terkutuk ini rupanya tidak puas dengan menghisap ratusan triliun kekayaan kaum Muslimin selama Perang Teluk lalu. Kini mereka BERSIAP-SIAP MENGHISAP KEKAYAAN KAUM MUSLIM DI ASIA TENGGARA, khususnya di Indonesia-Malaysia…
Coba saja, siapa yang paling diuntungkan oleh konflik Indonesia-Malaysia ini? Siapa wahai bangsa Indonesia, siapa? Yang paling diuntungkan, adalah kafir-kafir yang mencari makan di negeri kita itu. Mereka semua kini sedang bersiap menjerumuskan kita dalam perang antar saudara serumpun, yang akibatnya pasti merusak kehidupan rakyat Indonesia dan Malaysia sendiri. Sementara mereka terus saja mengeruk kekayaan kita tanpa henti.

Okelah, andaikan harus berperang dengan Malaysia. Tetapi pertanyaannya, akan kita kemanakan para kolonialis-kolonialis asing itu? Apakah akan kita biarkan saja mereka terus mengeruk kekayaan negeri ini? Apakah adil, kita berperang melawan Malaysia karena alasan-alasan yang bisa dirundingkan antar pemimpin birokrasi kedua negara, sementara itu kita diam saja atas penjajahan oleh perusahaan-perusahaan asing yang sejak tahun 70-an (selama 40 tahunan) aktif mengeruk kekayaan negeri ini? Apakah ini suatu keadilan?

Kita tidak pungkiri betapa sakit hati kita karena menghadapi sikap-sikap oknum di Malaysia yang overacting, kejam kepada TKI, dan sangat melecehkan. Sebagai bangsa yang masih punya harga diri, kita marah. Tapi masalahnya, kondisi itu kita ciptakan sendiri. Kita telah memilih Reformasi 1998. Di balik Reformasi ini ada gelombang LIBERALISME di segala bidang. Akibat liberalisme, kehidupan kita hancur-lebur, seperti sekarang.

Dalam kondisi rusak, lemah, dan hancur ini, kita tak mampu meninggikan martabat kita. Wajah kita tertunduk lesu, memandangi kekalahan bangsa dalam pergolakan politik yang tak jelas ujungnya itu. Saat lemah seperti ini, apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga harga diri bangsa? Tidak ada! Kelemahan ini adalah PILIHAN kita sendiri yang meminta Reformasi, meminta demokrasi liberal, meminta ekonomi liberal, meminta pemimpin seperti Gus Dur, Megawati, dkk.

Semua ini pilihan kita sendiri!

Demi Allah, janganlah kita buka IDE GILA tentang konfrontasi Indonesia-Malaysia. Kita ini bangsa serumpun, sama-sama Muslim. Jangan mau diadu domba oleh syaitan-syaitan keji yang terus gentayangan menjajakan proposal perang itu. Kita yang nanti berperang, kita yang sama-sama bonyok, sementara mereka terus menghitung untung dari jualan senjata.

Indonesia-Malaysia menjadikan bidikan berikutnya. JANGAN BODOH, JANGAN LEBAY! Kita harus pintar melihat kenyataan. Andaikan nanti kita sudah merasakan 1001 nestapa akibat peperangan yang kita sendiri tak punya kemampuan menerjuni perang itu, barulah kita akan sadar arti dari “kotoran” yang dilempar aktivis Bendera ke Kedubes Malaysia. Kotoran itu kelak bisa dikutuk oleh berjuta manusia di Indonesia-Malaysia.

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah perselisihan di antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”
(Qs Al-Hujurat 10).

"...Pay IT Forward, please..."

Bandung, 21 Ramadhan 1431 H.

(Disarikan dari :
- Ide Gila, Perang Indonesia Vs Malaysia!
oleh Biru Hati Syaheed pada 03 September 2010 jam 6:56
- AM. Waskito.
http://abisyakir.wordpress.com/)

Tukang Bakso dan Tukang Es

Ditulis oleh: Iman Jaladri pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Iman Jaladri

Dua orang di depah saya ribut sendiri soal apa yang dikehendaki dan diinginkan. Awal mulanya sederhana, yaitu berhubungan dengan omset dan pelanggan. Tapi lama-lama menjadi rumit karena berhubungan dengan metafisika! Hore, ada kemajuan untuk tukang bakso dan tukan es. Saya jadi senang menghadapinya.
Soal metafisika, tadinya juga sederhana, yaitu soal panas dan hujan. Sebuah peristiwa yang sangat biasa. Tapi ketika sampai kepada nasib, ternyata musim hujan berhubungan baik dengan tukang bakso dan ketika musim panas berpihak pada tukang es.
"Jika saya berdoa agar hujan dan hawa dingin, tentu akan melanggar hak asasi tukang es. Tapi jika tukang es berdoa agar panas, maka bakso saya menjadi kurang laku …" demikian penjelasan tukang bakso.

Penjelasan tukang es hampir sama. Dan mereka sama-sama meminta penjelasan pada saya soal ini. Tentu saya kurang paham, karena hidup saya tidak kenal musim. Saya hanya diam. Dan mereka kembali dalam diskusi yang rumit

"Jadi, dalam hal ini di mana letak keadilan Allah?" bertanya penjual es.

"Ya. Dan dimana posisi doa manusia?" bertanya penjual bakso

"Jika hujan dan panas adalah gejala alam, untuk apa kita berdoa?" sela penjual es.

"Jika seluruh aktifitas manusia dipengaruhi oleh alam. Dan nasib baik atau buruk juga alam yang menentukan, apakah tidak lebih baik kita serahkan saja semua mekanisme kehidupan pada alam?"

Lama-lama saya pusing juga dengan ulah mereka yang makin mengada-ada. Lalu saya todong mereka:

"Anda jualan es, dibuat dari apa es itu? Pasti dibuat dari air, kan? Bukan dari tanah atau batu? Kalau Anda tidak menghendaki hujan, saya yakin Anda tidak akan pernah jualan es. Lalu Anda penjual bakso. Tahukah Anda, bahwa bumi ini mempunyai kapasitas terbatas untuk menyimpan air. Jika hujan terus menerus, tentu gerobak bakso Anda akan hanyut dibawa banjir …"

"Lalu, apa doa kami yang tepat?" tanya mereka serempak

"Gini saja. Saya ndak tahu doa apa yang tepat karena saya bukan kyai. Tapi kayaknya kalian banyak-banyak berdoa agar semua orang mendapat pekerjaan layak dan bergaji besar, sehingga mempunyai duit. Maka dagangan Anda akan ada yang membeli. Logikanya sederhana, mereka membeli es atau bakso tidak dengan daun …"

Mereka bengong. Saya tahu mereka ingin pada posisi seperti orang yang akan didoakan: bergaji besar!


Orang Gila

Ditulis oleh: Bisyri pada Kisah

Tagged in: Mesir , Catatan , Cairo , Bisyri Ichwan

Bisyri

Aku adalah seorang yang sangat sederhana, aku hidup dari toko kecil yang ku miliki, dari terong, sayur mayur, kentang, tomat dan bahan-bahan untuk makanan sehari-hari yang ku jual. Dari hasil kerjaku ini, aku mendapatkan beberapa qirsh, mata uang yang lebih rendah dari pound Mesir. Dengan uang qirsh aku bisa membeli roti dan daging untuk menyambung hidupku bersama seorang istri yang setia menemaniku.


Ramadlan Berduka

Ditulis oleh: Mz Lha pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Mz Lha

Ramadlan dihari yang ke 25

Semua orang bahagia


::JANGAN MAU JATUH CINTA::

Ditulis oleh: marshaquilazahra pada Renungan

Tagged in: Untagged 

marshaquilazahra

Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang pencinta…
Meskipun ia merasakan manisnya cinta…
Kamu lihat dia menangis di setiap waktu…
Karena takut berpisah atau karena rindu…

Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih…
Namun, bila kekasihnya dekat…
Ia menangis karena takut berpisah…

Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan…
Matanya pun berkaca-kaca ketika pertemuan itu tiba…
Pelakunya memang merasakan kenikmatan…
Namun, sebenarnya…
Kasmaran itu merupakan siksa yang paling besar di hati…


[ lihat dalam: كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي , karya محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah), hal. 151 ]


SEJARAH PEMBANTAIAN PALESTINA OLEH KRISTEN DAN YAHUDI

Ditulis oleh: munira pada Umum

Tagged in: Untagged 

munira

Ada di Mana Engkau Bahagia?

Ditulis oleh: Iman Jaladri pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Iman Jaladri

yang paling setia mendampingi manusia
adalah sedih dan bahagia
yang paling setia mengawal manusia
adalah umur dan dosa-dosa
yang paling bisa membahagiakan manusia
adalah kemampuan merasa

manusia lapar, bahagianya adalah makanan
manusia haus, bahagianya adalah minuman
manusia sakit, bahagianya adalah kesembuhan
manusia capai, bahagianya adalah peristirahatan
manusia berputus asa, bahagianya adalah harapan
manusia berputus cinta, bahagianya adalah dicintai
manusia sedih, bahagianya adalah kebahagiaan
lalu di mana engkau wahai bahagia?












Peran pemuda islam

Ditulis oleh: didik_yuliyant pada Lain-Lain

Tagged in: Untagged 

didik_yuliyant

Peran pemuda islam

Pemuda, Tentunya menarik untuk di pertanyakan dan di bayangkan, mengapa peran pemuda yang di tulis dalam judul di atas tidak mengambil judul “Peran manula sebagai agent social of changes” atau “Peran pemuda gaul sebagai agent social of changes”. Sosok Pemuda seperti apakah yang di maksud, dan peran seperti apakah yang begitu besar sampai di sebut sebagai agen perubahan?
Pemuda di pilih sebagai pelaku, karena memiliki potensi yang besar sebagai agen perubahan. Pemuda sebagai segmen yang tercerahkan, karena memiliki kemampuan intelektual. Penulis tidak akan membicarakan peran pemuda sebagai sosok yang faham akan teknologi atau faham ilmu-ilmu sosial, namun penulis akan membicarakan sosok pemuda yang dapat berperan sebagai orang yang memiliki kemampuan logis dalam berfikir. Sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Sebagai bagian dari anak bangsa, pemuda memiliki karakter positif antara lain idealis dan energik. Idealis yang dimaksud adalah belum terkotori oleh kepentingan pribadi, juga belum terbebani oleh beban posisi. Pemuda masih bebas menempatkan diri pada posisi yang di anggap terbaik, tanpa adanya resistansi (hambatan/perlawanan). Energik pemuda biasanya siap sedia melakukan kewajiban yang di bebankan oleh suatu ideologi ketika dia telah menyakini akan kebenaran ideologi tersebut, sebagai contoh adalah para shahabat yang siap sedia manakala mendengar perintah jihad dari Rosulnya.
Pejuang dan pendiri bangsa ini juga dari kalangan pemuda, Ir Soekarno pernah berkata “Berikan aku sepuluh orang pemuda maka akan aku kuasai dunia.” Mustafa Ghalayani juga mengutarakan “Ditangan mu pemuda terletak urusan umat/bangsa dan di kakimulah penentu hidup dan kejayaan bangsa”. Memang dalam diri pemuda terkumpul semangat yang di butuhkan oleh umat untuk kembali bangkit dari keterpurukan, semangat berani, obsesif, jujur, siap menerima perubahan (anti status quo), pembelaan tanpa mengharapkan kekuasaan, kekuatan fisik, kecerdasan akal, keikhlasan beramal, serta keteguhan dalam memegang prinsip idieologi haruslah menjadi dasar gerakan seorang pemuda sebagai agen perubahan.
Setiap zaman pemuda memegang peran penting, kisah Ibrahim as sang pembaharu, atau kisah pemuda kahfi yang masing-masing begitu sigap menerima kebenaran, atau orang-orang yang segera menerima dan mendukung dakwah Rosulullah saw pun ternyata adalah para pemuda, bahkan Abu Bakar yang cukup tua pun saat itu baru berusia 37th.
Ada tiga peran yang harus diperhatikan sosok pemuda. Pertama, Sebagai generasi penerus (Ath Thur:21) meneruskan nilai-nilai yang ada pada suatu kaum. Kedua, sebagai generasi pengganti (Al Maidah:54) menggantikan kaum yang memang sudah rusak dengan karakter mencintai dan di cintai Allah, lemah lembut kepada kaum mu’min, tegas kepada kaum kafir, dan tidak takut celaan orang mencela. Tiga, Sebagai generasi pembaharu (Maryam:42) memperbaiki dan memperbaharui kerusakan yang ada pada suatu kaum.
Kata kunci yang kedua adalah islam. Islam adalah sebuah ideologi yang memberikan energi besar bagi perubahan. Hal ini di mungkinkan karena karakter islam yang bersifat syumul (universal), mencakupi seluruh aspek kehidupan dan mengatur seluruh bagian manusia. Islam tidak hanya sekedar mengatur ibadah spiritual saja, namun meliputi segala aspek yaitu politik, pendidikan, ekonomi, budaya dll. Dan Islam juga mewarnai pola pikir, emosi, perasaan, pemikiran dan juga fisik. Ber-islam-nya seseorang akan melahirkan sebuah totalitas.
Dengan adanya syahadah, seorang muslim akan meyakini bahwa dia memang di ciptakan hanya untuk beribadah (Adz Dzariat:56), bahwa tidak ada yang dapat memberikan kemudharatan kecuali atas seizin Allah, sehingga dengan demikian tidak ada lagi sesuatupun yang di takuti. Kalaupun harus berperang, mereka meyakini bahwa apapun hasilnya akan berupa kebaikan, matinya adalah syahid dan hidupnya adalah mulia..
Dari dua kata pemuda dan Islam akan memberikan sebuah energi besar yang berlipat. Potensi tersebut seharusnya diarahkan dengan baik sehingga perubahan akan tercipta. Berbicara tantang perubahan, maka akan muncul pertanyaan. Mengapa harus ada perubahan ?
Kondisi saat ini sangat jauh dari ideal, tidak di pungkiri lagi bahwa masyarakat (termasuk Indonesia) saat ini sangat jauh dari islam. Contoh yang nampak di permukaan adalah moral masyarakat, budaya korupsi, bahkan mencapai Top heavy corruption (korupsi yang di lakukan pejabat Negara tanpa malu-malu lagi, bahkan di legitimasi dengan peraturan dan perundang-undangan), adanya pergaulan bebas yang Hedon (live style) bisa diibaratkan zaman sekarang dengan istilah jahiliyah moderen.
Perubahan adalah sunatullah, artinya suka atau tidak, kita akan menemui perubahan. Kalaupun kita diam, maka ada banyak pemikiran lain yang akan merubah perubahan ini (kapitalisme, sosialisme, dll) yang mencoba mengubah masyarakat sesuai dengan kehendak mereka. Oleh karena itu, diamnya kita berarti membiarkan ‘kekalahan’, ideologi yang kita yakini kebenarannya dan membiarkan terjadinya perubahan kearah yang tidak kita kehendaki. Dalam firman Allah bahwa Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum hingga mereka mengubah kondisi dirinya sendiri. (Qs Ar Ra’ad:11).
Melakukan perubahan adalah perintah di dalam islam, sebagaimana dalam suatu hadits Rasulullah saw menyatakan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah rugi dan orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin adalah celaka. Artinya kalau kita membiarkan kondisi statis tanpa perubahan, apalagi membiarkan perubahan kearah yang lebih buruk, berarti kita tidak termasuk orang yang beruntung. Dalam QS Al Imron:104 Allah memerintahkan agar ada kaum yang menyeru kepada kebaikan sebagai sebuah perubahan.
Kesadaran bahwa kita ‘harus’ menjadi agen perubahan, merupakan langkah awal yang kemudian harus di iringi dengan pemahaman bagaimana cara melakukan perubahan atau kearah manakah perubahan harus kita arahkan. Dalam Qs Ali Imron:104, bahwa perubahan itu harus di lakukan kearah ‘kebaikan’, arah kebaikan yang di maksud adalah Islam dan Tauhid, sehingga sebagai tujuan jangka panjang adalah terbentuknya masyarakat dan pemerintahan Islami. Sebagaimana dulu Islam mengusai seperlima dunia dan sebuah peradaban Islami yang luarbiasa berkembang pesat, dalam bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan. Salah satu contoh adalah pada masa Khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang waktu itu sangat sulit mencari orang miskin penerima haknya (zakat) karena masyarakat telah mengalami kemakmuran.
Tiga pendekatan yang dapat di lakukan untuk melakukan perubahan, yang pertama, dengan merubah pola fikir individu. Kedua dengan mengubah kelompok. Ketiga menekankan pada perubahan struktur sosial yang kemudian akan menyebar ke seluruh bagian masyarakat. Kita perlu malakukan ketiganya secara simultan, hanya saja perlu di tekankan bahwa perubahan yang langgeng adalah perubahan yang berasal dari pemahaman individu. A’a Gym dengan 3Mnya, mulai dari diri kita, mulai dari yang terkecil dan mulai saat ini juga.

idul fitri


Kultum Terakhir

Ditulis oleh: Iman Jaladri pada Renungan

Tagged in: Untagged 

Iman Jaladri

 

Ini bukan hari terakhir berpuasa, atau ujungnya Ramadhan. Namun kultum yang dibawakan adalah membayangkan jika puasa sudah "meninggalkan kita". Kultumnya sangat memikat dan mengena. Intinya adalah menginginkan Ramadhan berlangsung selama satu tahun. Uraianya adalah karena disitu Allah banyak sekali memberikan kelebihan, keagungan dan kemurahan. Tapi rupanya dari situlah awal mula masalah.


~keajaiban Di balik Perintah Sholat Subuh~

Ditulis oleh: marshaquilazahra pada Renungan

Tagged in: Untagged 

marshaquilazahra

Keajaiban sholat subuh